Dari Rumah Minimalis sampai Lahan Tanah yang Luas: Jual Beli Rumah atau Tanah?

Kini banyak orang yang mulai melirik  bisnis properti sebagai salah satu bentuk investasi yang menguntungkan.  Hal ini disebabkan oleh nilai properti yang selalu meningkat setiap tahunnya.  Dari sekian banyak pilihan jenis properti, rumah dan tanah adalah pilihan yang populer untuk berinvestasi.

jual beli rumah murah

Fenomena ini tentunya memberikan peluang usaha yang menarik.  Jika anda tertarik untuk masuk ke dunia properti dan meraup keuntungan yang tidak sedikit ini, mana yang akan anda pilih?  Jual beli tanah atau rumah? Jangan salah, meskipun hanya memulai jual beli rumah murah atau rumah minimalis, anda akan tetap untung yang menggiurkan!

  1. Added value

Untuk meningkatkan nilai jual sebuah produk, kita bisa tambahkan faktor pendukung yang mendongkrak nilai produk tersebut.  Trik ini juga banyak diterapkan dalam dunia properti.  Sebagai bahan perbandingan, sebuah rumah memiliki banyak faktor pendukung yang bisa meningkatkan nilai jual rumah tersebut.

Misalnya, anda bisa menambahkan fitur pemanas air, merubahknya menjadi sebuah ruko, atau bahkan sebuah kosan.  Banyaknya konsumen yang mendatangu rumah anda tentunya akan menaikkan nilainya ketika akan dijual.

Berbeda halnya dengan tanah.  Anda tidak bisa menambahkan banyak hal untuk meningkatkan nilai jualnya.  Hal yang dapat anda lakukan mungkin sebatas memberikan pagar pembatas untuk menghindari pencurian dan membersihkan lahan dari ilalang dan tumbuhan liar lainnya.

Anda bisa manfaatkan lahan tersebut untuk tempat parkir, tempat penjualan hewan kurban (saat Idul Adha, banyak perternak yang mencari lahan untuk menjual ternak mereka).  Lahan yang paling banyak dimanfaatkan cenderung memiliki harga yang lebih tinggi daripada lahan kosong yang hanya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah saja.

  1. Balik Modal

Istilah yang mungkin sering anda dengar untuk hal ini adalah Return Of Investment atau disingkat ROI.  Pada dasarnya properti merupakan investasi jangka panjang dimana hasil dari keuntungannya baru dapat terlihat setelah lebih dari 5 tahun.

Sebuah rumah bisa mendapatkan kenaikan harga 15-20% setiap tahunnya.  Sedangkan sebidang tanah memiliki pertambahan nilai jual 20-25% per tahunh.  Jika anda bisa bersabar dan menunggu momen yang tepat untuk menjual properti anda, anda bisa mendapatkan ROI berkali lipat dari modal awal anda.

  1. Perawatan

Dalam sebuah bisnis, anda tidak bisa lepas dari perawatan produk anda yang tentuny membutuhkan biaya.  Karenanya, biaya perawatan termasuk dalam daftar pengeluaran yang harus anda perhitungkan dalam menentukan harga jual sebuah properti.

Perbandingan biaya perawatan antara rumah dan tanah tentunya berbeda.  Hal ini karena rumah membutuhkan perawatan lebih dibandingkan tanah seperti biaya perawatan bangunan, kebersihan, keamanan, listrik, dan telepon (jika ada).  Sebaliknya, anda hanya harus mengeluarkan uang untuk membersihkan lahan anda dari sampah dan tumbuhan liar, meskipun anda memiliki lahan yang luas, tetap saja rumah lebih membutuhkan perawatan yang lebih.  Sesekali anda mungkin harus memeriksa kondisi pembatas tanah agar tidak terjadi pencurian lahan.

  1. Manajemen resiko

Setiap bentuk harta memiliki resiko terhadap kejahatan dan kerusakan.  Untuk mengatasi hal ini, anda juga harus mengambil beberapa langkah yang diperlukan agar properti yang anda miliki tidak rusak atau kemasukan maling.  Anda bisa mengantisipasi tindak kejahatan dengan memasang kamera pengintai atau menyewa seseorang untuk menjaganya.

Saat musibah terjadi dan merusak rumah anda, beberapa perbaikan mungkin dibutuhkan untuk mengembalikannya ke kondisi semula (jika kerusakannya tidak terlalu parah).  Lagi lagi anda harus mempersiapkan dana untuk biaya perbaikan ini.

Sebidang lahan tidak akan memerlukan terlalu banyak pengamanan ataupun perbaikan yang berarti.  Karena itu, manajemen resiko untuk sebidang lahan akan jauh lebih mudah dan murah ketimbang sebuah rumah.

  1. Nilai likuiditas

Sebuah properti memiliki nilai likuiditas yang berbeda.  Jika anda tidak tahu cara menetukan nilai likuiditas sebuah properti, anda bisa meminta bank untuk memeriksanya untuk anda.  Biasanya nilai likuiditas rumah cenderung lebih tinggi daripada sebidang tanah.

Bahkan nilai likuiditas sebuah rumah bisa terus meningkat jika anda melakukan perbaikan atau penambahan bagian bangunan.  Sebaliknya, kondisi tanah bersifat stagnan.  Anda tidak bisa melakukan banyak hal untuk meningkatkan nilai likuiditasnya.

Apakah anda sudah menemukan jawaban anda setelah membaca artikel diatas?  Setiap poin yang telah disebutkan menggambarkan kemungkinan kemungkinan yang harus anda pertimbangkan saat mencoba bisnis properti.

Namun semuanya kembali lagi pada anda.  Sejauh mana anda mau berusaha dan mengeluarkan modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis properti ini.  Setiap bisnis memiliki resiko dan anda sendiri sebagai pelaku usaha yang akan menentukan sebesar apa resiko yang akan anda ambil dan  semampu apa diri anda untuk mengatasinya.

Tapi yang terpenting dari semuanya adalah melaksanakan setiap poin diatas dalam kehidupan nyata.  Anda tidak akan mampu melihat hasil yang berarti jika ide usaha anda hanya sebatas imajinasi dan ide belaka.

Merencanakan secara detail langkah langkah yang akan anda ambil untuk memulai bisnis properti anda akan lebih baik daripada tidak sama sekali.  Anda mungkin akan menemui berbagai hambatan dalam prosesnya.

Tapi anda bisa menyelesaikan masalah yang muncul jika anda terus memperkaya diri anda dengan ilmu ilmu properti terbaru.  Tanpa anda sadari, jiwa kewirausahaan anda akan terbentuk dengan baik.  Keep on learning, keep practicing and build your success today!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright Rumah Minimalis 2018
Shale theme by Siteturner