Ini Dia Perbedaan Menjadi Seorang Pengusaha dan Karyawan

Sekalian curhat, mau jadi pengusaha atau karyawan selamanya 😀 ? Memasuki dunia kerja memang menjadi hal yang sulit.  Banyaknya orang yang mencoba untuk mencari penghidupan telah menciptakan persaingan yang tinggi.  Pada dasarnya persaingan ini terjadi antara 2 hal, yaitu sebagai pengusaha atau sebagai karyawan.

pengusaha karyawan

Jika anda bingung dengan langkah selanjutnya yang harus anda pilih, maka sebelumnya anda harus mengetahui perbedaan antara usaha jual beli sendiri dan menjadi seorang karyawan.

Tingginya jumlah angkatan kerja dan rendahnya daya serap dunia kerja telah membuat banyak orang berpikir untuk membuka usahanya sendiri.  Hal ini didukung oleh pemerintah yang mencanangkan program wirausaha sehingga banyak masyarakat yang menjajal ide ide kreatifnya untuk membuka usaha usaha baru.  Lalu apa perbedaan antara usaha jual beli sendiri dan menjadi seorang karyawan?

  1. Prosedur

Seorang karyawan akan dituntut untuk mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.  Hal ini tentunya akan memudahkan pekerjaan karena alur kerja sudah ditentukan.  Sang karyawan hanya perlu mengikutinya saja.

Seorang wirausahawan, khususnya yang sedang merintis usaha, justru harus memutar otak untuk membuat alur kerjanya sendiri.  Karenanya, seorang pengusaha harus pintar menganalisa setiap kondisi dan menemukan pola yang tepat dalam menjalankan bisnisnya.

  1. Kreativitas

Sebuah perusahaan biasanya akan menuntut karyawannya untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.  Bahkan deskripsi pekerjaan setiap karyawan sudah ditentukan sehingga kreativitas karyawan pun cenderung terkungkung oleh aturan.

Sebaliknya, seorang pengusaha harus memiliki tingkat kreativitas yang tinggi agar usahanya mampu bersaing dengan setiap pesaingnya.  Jika seorang pengusaha tidak memiliki kreativitas yang baik, tidak menutup kemungkinan dia akan terlindas oleh kesuksesan para pesaing dan akhirnya gulung tikar.

  1. Resiko

Selama menjadi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, karyawan memiliki resiko yang rendah untuk diberhentikan.  Selain itu, tidak ada resiko besar yang harus dikhawatirkan seorang karyawan.  Setiap hak karyawan akan dilingdungi oleh pemerintah melalui undang undang ketenagakerjaan.

Seorang pengusaha akan selalu berhadapan dengan resiko tinggi.  Terlebih jika sebagian harta pribadi digunakan untuk modal usaha, maka ada kemungkinan hartanya habis tanpa ada kemungkinan untuk kembali.

  1. Jenjang karir

Jika sukses menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, karyawan bisa memiliki kesempatan mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan.  Namun sayangnya hal ini tidak semudah kelihatannya.  Seringkali dibutuhkan waktu yang lama hanya untuk mendapatkan promosi 1 level lebih tinggi.

Jika berwirausaha, posisi yang didapatkan adalah posisi tertinggi, yaitu seorang bos.  Jadi setiap keputusan berada ditangan anda.

  1. Penghasilan

Penghasilan utama yang didapat karyawan adalah gaji.  Jadi dia bisa memiliki pemasukan yang terbilang tetap setiap bulannya.  Ditambah lagi dengan tunjangan yang bisa didapat jika dia berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik.

Tapi seorang pengusaha belum tentu memiliki penghasilan yang tetap.  Apalagi diawal waktu, seorang pengusaha mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Kebebasan

Seperti yang telah dijelaskan diatas, seorang karyawan terikat pada tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.  Salah satu diantaranya adalah jam kerja yang tetap.  Hal ini bisa menjadi satu hal yang seringkali menjenuhkan karena melakukan hal yang sama berulang ulang.

Lain halnya dengan wirausahawan.  Dia memiliki waktu yang fleksibel.  Jika dibutuhkan, dia bisa mengubah jam kerjanya.  Namun, ini juga bisa menjadi bumerang, terlebih jika si pengusaha kurang disiplin.

  1. Peluang menjadi kaya

Jika anda bercita cita menjadi orang kaya, lebih baik anda tidak menjadi karyawan.  Anda tentu bisa menebak berapa besar penghasilan yang bisa diperoleh karyawan setiap bulannya.  Besarnya pendapatan berbanding lurus dengan tanggung jawab yang diterima.

Pilihan menjadi pengusaha membuka lebih banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dari seorang karyawan.  Banyak sekali contoh seorang pengusaha yang bisa menghasilkan uang hingga puluhan kali lipat dari gaji seorang karyawan.  Hal lainnya yang membedakan pengusaha dari karyawan adalah pendapatan yang didapat.  Karyawan mendapatkan bayaran atas kemampuannya sedangkan pengusaha mendapatkan keuntungan dari hasil kerjanya sendiri.

  1. Perbedaan sudut pandang

Dalam hal perspektif, karyawan bisa melihat satu masalah secara lebih detail sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.  Sedangkan seorang pengusaha lebih melihat sesuatu secara keseluruhan tanpa terlalu memperhatikan detail.

  1. Loyalitas

Banyak sekali karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan hanya untuk mendapatkan penghasilan.  Jika perusahaan tersebut bangkrut, sang karyawan hanya akan mencari pekerjaan baru untuk mendapatkan penghasilan bulannya.

Seorang pengusaha akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan bisnisnya.  Apappun akan dilakukan  termasuk menggunakan harta peribadi untuk membiayai operasional usaha.

Apapun yang anda pilih, semuanya kemabali pada penilaian dan alasan anda sendiri.  Bob Sadino pernah berkata, “ Sebesar apapun gajimu, kamu tetap seorang karyawan.  Tapi sekecil apapun penghasilanmu sebagai pengusaha, kamu adalah seorang bos”.

Yang terpenting adalah, anda sendiri yang akan merubah hidup anda agar menjadi lebih baik.  Mulai tentukan yang terbaik untuk diri anda dan jalani dengan kerja keras, dedikasi, dan disiplin.  Pada akhirnya, anda bisa meraih impian dan cita cita anda suatu saat nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright Rumah Minimalis 2018
Shale theme by Siteturner